Sekolah Islam Dihapus, Menteri: Kita Butuh Lebih Banyak Dokter daripada Imam Masjid

Ahmad Islamy Jamil
Suasana belajar para siswa madrasah di India (ilustrasi). (Foto: Ist.)

GUWAHATI, iNews.id – Negara Bagian Assam di India telah mengesahkan undang-undang yang menghapus semua sekolah Islam negeri di daerah itu, Rabu (30/12/2020) lalu. Penguasa Assam berdalih, sekolah-sekolah agama itu menyediakan pendidikan di bawah standar.

Namun, para politisi dari kalangan oposisi mengkritik langkah itu. Mereka menilai UU tersebut hanya mencerminkan sikap anti-Muslim dari pemerintah di negara mayoritas Hindu itu.

Dengan berlakunya UU baru itu, lebih dari 700 sekolah Islam (madrasah) yang selama ini didanai pemerintah di Assam akan ditutup mulai April nanti. 

“Kita membutuhkan lebih banyak dokter, petugas polisi, birokrat, dan guru, dari komunitas Muslim minoritas daripada imam masjid,” ujar Menteri Pendidikan Negara Bagian Assam, Himanta Biswa Sarma, di hadapan anggota dewan setempat, dikutip Reuters, Selasa (5/1/2021).

Negara Bagian Assam dikuasai oleh Bharatiya Janata Party (BJP), partai nasionalis Hindu berhaluan radikal pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Sarma pun termasuk salah satu politikus BJP yang sedang naik daun di Assam.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Merasakan Nuansa India di Tengah Jakarta lewat Diwali Bazaar 2026, Intip Keseruannya!

5 hari lalu

Menyamar Jadi Polisi, 3 Pria Perkosa Mahasiswi Picu Demonstrasi

6 hari lalu

Kabar Baik! Pendidikan Gratis Berlaku di Madrasah Negeri

9 hari lalu

Buka Peluang Kuliah, MNC University Salurkan Beasiswa untuk Siswa MA Al Muddatsiriyah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal