WASHINGTON, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Srerikat (AS) meningkat di Selat Hormuz, Senin (4/5/2026). Militer kedua negara saling serang menyusul perintah Presiden AS Donald Trump untuk mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di jalur perairan penting bagi lalu lintas energi dunia tersebut.
Militer AS mengklaim telah meledakkan enam kapal kecil milik Angkatan Laut Iran di Selat Hormuz. Insiden itu berlangsung setelah Iran meluncurkan beberapa rudal jelajah, drone, dan kapal kecil untuk menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS serta kapal komersial yang disebut sedang dikawal militer AS.
Komandan Komando Pusat AS (Centcom), Laksamana Bradley Cooper, menjelaskan kapal-kapal Iran tersebut diserang oleh helikopter Apache dan SH-60 Seahawk.
Dia juga membantah AL AS mengawal kapal komersial di selat tersebut. Namun, sekalipun pengawalan berlangsunh, armada AS akan lebih siap menangani ancaman dari Iran.
"Jika Anda mengawal sebuah kapal, Anda bermain satu lawan satu. Saya kira kita memiliki sistem pertahanan jauh lebih baik dalam proses ini. Kita memiliki beberapa lapisan mencakup kapal, helikopter, pesawat terbang, peringatan dini udara, serta peperangan elektronik," katanya, seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/5/2026).
Dia mengklaim paket pertahanan AS jauh lebih luas daripada sekadar untuk mengawal kapal tanker dan komersial.