Senat AS Akhirnya Restui Penjualan Rudal ke Arab Saudi untuk Tangkal Serangan Houthi

Anton Suhartono
Senat AS menolak resolusi yang melarang penjualan rudal udara ke udara ke Arab Saudi (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Senat Amerika Serikat (AS) menolak resolusi yang melarang penjualan rudal udara ke udara serta persenjataan lain ke Arab Saudi. Resolusi tersebut diusulkan politikus Partai Republik Rand Paul dan Mike Lee serta dari Demokrat Bernie Sanders. Hasil voting menunjukkan, 67 Senator menentang resolusi melawan 30 yang mendukung. 

Sebelumnya Departemen Luar Negeri AS, para pemimpin Senat, serta komisi urusan luar negeri DPR menyetujui penjualan paket senjata mencakup rudal udara ke udara jarak menengah atau AMRAAM 280 AIM-120C-7/C-8, 596 unit LAU-128 Missile Rail Launchers (MRL), serta peralatan dukungan lainnya. Rudal-rudal itu diproduksi Raytheon Technologies.

Pemerintahan Biden mengatakan sebelum sidang Senat sangat menentang resolusi tersebut.

Beberapa politisi AS mengkritik Arab Saudi terkait keterlibatannya dalam perang Yaman, konflik yang menimbulkan bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Para politisi AS mendesak pertanggungjawaban para pemimpin Saudi atas penggunaan senjata yang dibeli tersebut.

"Mengekspor lebih banyak rudal ke Arab Saudi tidak berguna apa apa selain melanjutkan konflik dan menuangkan lebih banyak bensin ke api yang sudah mengamuk," kata Sanders, dalam pidato yang menjelaskan ketidaksetujuannnya dengan resolusi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
11 jam lalu

Enggak Nyangka! Di Dalam Masjidil Haram Ada Rumah Sakit Jantung

Kuliner
11 jam lalu

Luke J Lindberg Puas dengan Hidangan di Grand Final MasterChef Indonesia Season 13

Internasional
13 jam lalu

AS Kirim Ribuan Marinir ke Dekat Iran, Siap Perang Darat

Internasional
14 jam lalu

Iran Bakal Serang Kantor Perusahaan-Perusahaan AS di Timur Tengah, Ingatkan Warga Menjauh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal