Serangan Balasan Iran terhadap AS-Israel Picu Ledakan di Riyadh, Saudi Murka Ancam Balas Dendam

Anton Suhartono
Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) (foto: SPA)

RIYADH, iNews.id - Serangan rudal Iran sampai ke Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (28/2/2026), memicu ledakan keras di udara. Suara tersebut berasal dari sistem pertahanan yang mencegat rudal tersebut dan merontokkannya.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam keras dan menolak serangan Iran, bahkan menyebutnya sebagai tindakan pengecut. Selain Riyadh, wilayah Provinsi Timur juga menjadi target serangan. Tak jelas apa yang menjadi target serangan, tetapi Amerika Serikat juga memiliki pangkalan militer di Arab Saudi.

Iran menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Selain Arab Saudi, pangkalan yang menjadi target berada di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Pemerintah Saudi menilai, serangan Iran tidak bisa dibenarkan dengan alasan atau bentuk apa pun.

Sebelumnya Saudi telah memberi jaminan kepada Iran, tidak mengizinkan wilayah udara, darat, maupun laut digunakan untuk menyerang Iran.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

AS Kirim 6.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Antisipasi Perang Lanjutan Lawan Iran

Internasional
3 jam lalu

Rusia Ogah Terlibat Konflik Iran Vs Israel-AS: Bukan Perang Kami

Internasional
12 jam lalu

Pakistan Bersiap Gelar Perundingan Damai AS-Iran Putaran Ke-2, Akhir Pekan Ini?

Buletin
12 jam lalu

Tak Mau Diatur! Arab Saudi Tegas Tolak Tekanan Amerika Serikat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal