Iran juga menargetkan fasilitas diplomatik AS, memaksa penutupan sementara konsulat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dan Kedutaan Besar di Kuwait City, Kuwait serta Riyadh, Arab Saudi. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam serangan tersebut.
Para pejabat AS mengatakan, serangan tersebut menunjukkan Iran lebih siap menghadapi perang daripada yang diperkirakan banyak orang di pemerintahan Trump.
Eskalasi di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Sejauh ini lebih dari 1.200 orang di Iran tewas, termasuk lebih dari 160 siswi sekolah serta Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sementara itu AS kehilangan delapan tentara dan sekitar 140 lainnya luka. Serangan Iran ke Israel juga menewaskan 13 orang serta melukai lebih dari 2.300 orang.