Akibat serangan pada Sabtu sore itu, Bandara Internasional King Khalid ditutup sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevakuasi korban sekaligus memeriksa kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara sebelum operasional kembali dilanjutkan.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban akibat gempuran Houthi di Arab Saudi. Insiden tersebut terjadi hanya dua hari setelah tiga warga Saudi tewas dan sejumlah orang lainnya terluka dalam dua serangan terpisah pada Kamis (8/10/2026).
Rentetan serangan dalam waktu berdekatan itu kembali menyoroti ancaman keamanan terhadap infrastruktur penting Arab Saudi, termasuk fasilitas penerbangan sipil yang menjadi jalur utama mobilitas penumpang domestik maupun internasional.
Hingga Minggu (11/10/2026), penyelidikan mengenai kerusakan dan dampak serangan di Bandara King Khalid masih berlangsung. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan pembukaan kembali bandara maupun langkah keamanan tambahan yang akan diterapkan otoritas Saudi.