Setujukah Warga AS jika Negaranya Perang dengan Rusia? Ini Hasil Surveinya

Anton Suhartono
Hasil survei Institut Charles Koch dan YouGov mengungkap lebih banyak warga AS yang menentang perarg dengan Rusia soal Ukraina ketimbang yang mendukung (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Hasil survei Institut Charles Koch dan YouGov mengungkap, lebih banyak warga Amerika Serikat (AS) yang menentang perang dengan Rusia terkait dengan isu Ukraina ketimbang yang mendukung. 

Responden disuguhkan pertanyaan, “Jika Ukraina diserang kembali oleh Rusia, apakah Anda mendukung atau menentang Amerika Serikat berperang dengan Rusia untuk melindungi integritas teritorial Ukraina?” Sebanyak 28 persen 'sangat menentang' dan 20 persen 'agak menentang'.

Dengan demikian total 48 persen menentang perang AS dengan Rusia, sebagaimana diungkap institut dalam hasil jajak pendapatnya, Jumat (17/12/2021).

Sementara itu responden yang 'sangat mendukung' perang dengan Rusia sebanyak 9 persen dan 'agak mendukung' 18 persen. Dengan demikian, total responden yang memberikan dukungan 27 persen. 

Selain itu 24 persen responden menjawab tidak tahu.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengatakan, pemerintahannya dia tidak akan mengirim pasukan untuk berperang dengan Rusia jika terjadi invasi ke Ukraina. Laporan intelijen AS mengungkap, Rusia kemungkina akan melakukan serangan besar-besaran ke Ukraina pada awal 2022 setelah meningkatkan ketegangan di perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.

Negeri Beruang Merah telah mengirim sekitar 100.000 pasukan ke perbatasan, termasuk peralatan tempurnya serta menggelar latihan perang. Ukraina, yang didukung AS dan NATO, juga mengintensifkan latihan perang.

Rusia membantah tuduhan akan melakukan invasi ke Ukraina pada awal 2022. Selain itu pemerintahan Putin menuduh NATO ingin memperluas kehadiran militer di perbatasan Rusia. Aktivitas tersebut dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Ini yang menjadi alasan Rusia mengerahkan pasukan dan armada militer di perbatasan wilayah kedaulatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal