Talaei-Nik juga mengatakan kerja sama pertahanan Iran dengan Rusia dan China tetap berjalan meski perang dan perkembangan terbaru terus berlangsung.
Menurut dia, kerja sama strategis dengan Moskow dan Beijing tetap aktif berdasarkan perjanjian yang telah berlaku. Bahkan, diplomasi pertahanan dan konsultasi dengan kedua negara disebut meningkat di sejumlah bidang.
Namun, Talaei-Nik tidak menjelaskan secara rinci bentuk kerja sama atau konsultasi pertahanan yang dimaksud.
Di tengah ancaman serangan baru, Iran berulang kali menegaskan tidak akan tinggal diam jika wilayahnya kembali digempur. Teheran memperingatkan AS dan Israel bahwa setiap serangan akan memicu respons yang lebih besar dari sebelumnya.