Situasi Kosovo Memanas, NATO Siap Turun Tangan

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi hubungan Kosovo dan Serbia. (Foto: Istimewa)

Hari ini, pihak berwenang Kosovo akhirnya mengumumkan bahwa pembatasan masuk warga berdokumen Serbia ke negara itu ditunda selama satu bulan atau sampai 1 September.

Sementara itu, Misi Pasukan Kosovo (KFOR) yang dipimpin NATO menyatakan siap untuk campur tangan jika situasi di Kosovo Utara meningkat ke titik yang mengancam stabilitas.

“Situasi keamanan keseluruhan di kota-kota utara Kosovo tegang. Misi KFOR yang dipimpin NATO memantau dengan cermat dan siap untuk campur tangan jika stabilitas terancam, sesuai dengan mandatnya, yang berasal dari Resolusi 1244 DK PBB (Dewan Keamanan PBB) 1999,” ungkap misi KFOR dalam sebuah pernyataan pada Minggu (31/7/2022).

Menurut rilis tersebut, NATO mendukung dialog yang difasilitasi Uni Eropa dan menyerukan Pristina dan Beograd untuk melanjutkan negosiasi.

“KFOR akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk menjaga lingkungan yang aman dan terjamin di Kosovo setiap saat, sejalan dengan mandat PBB,” kata misi tersebut menekankan.

Kosovo memproklamasikan diri merdeka dari Serbia pada 2008. Sampai saat ini, sudah lebih dari 100 negara memberikan pengakuan kedaulatan kepada negara baru itu. Namun, Serbia dan Rusia menolak untuk mengakui kemerdekaan Kosovo.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia

57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal