JAKARTA, iNews.id - Cilia Flores, istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ikut ditangkap oleh militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi militer besar-besaran di Ibu Kota Karakas pada Sabtu (3/1/2025).
Penangkapan Flores menambah daftar tokoh penting rezim Caracas yang disebut diamankan dalam operasi tersebut.
Cilia Adela Flores de Maduro lahir di Tinaquillo, Negara Bagian Cojedes, Venezuela, pada 15 Juni 1956. Dia dikenal sebagai figur politik berpengaruh yang selama bertahun-tahun berada di pusat kekuasaan pemerintahan Venezuela.
Berbeda dengan peran istri presiden pada umumnya, Flores memiliki rekam jejak politik yang kuat dan aktif.
Karier politik Cilia Flores dimulai sebagai pengacara dan kader Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang didirikan mendiang Presiden Hugo Chavez. Namanya mulai menonjol ketika terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela.
Pada 2006, dia mencatat sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Majelis Nasional, posisi strategis yang memperkuat pengaruhnya di pemerintahan.
Setelah Nicolas Maduro menjabat Presiden Venezuela pada 2013, peran Cilia Flores semakin signifikan. Dia dijuluki “first combatant” oleh pendukungnya, istilah yang menggambarkan keterlibatan aktifnya dalam urusan politik, bukan sekadar sebagai ibu negara.
Flores juga dikenal sering mendampingi Maduro dalam forum-forum internasional dan kegiatan politik penting.