Setelah meninggalkan militer, Kent bekerja sebagai petugas paramiliter untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) sebelum memulai karier politik.
Dia berkampanye sebagai kandidat Partai Republik mewakili wilayah barat daya Negara Bagian Washington di Kongres AS. Namun, dua kali percobaan pada 2022 dan 2024, dia dikalahkan oleh kandidat Partai Demokrat, Marie Gluesenkamp Perez.
Meski didukung Trump, Kent gagal dalam dua pemilu tersebut, salah satunya kontroversi yang melekat pada dirinya, termasuk membayar biaya konsultasi kepada anggota kelompok sayap kanan Proud Boys.
Kent menjabat sebagai kepala Pusat Kontraterorisme Nasional kurang dari 8 bulan. Pada Juli 2025, Senat memberikan suara mendukungnya dengan perolehan 52 melawan 44. Dukungan hanya didapatnya dari Partai Republik.