Sosok Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas yang Baru, Pernah Dipenjara Israel 23 Tahun

Anton Suhartono
Sosok Yahya Sinwar, kepala biro politik Hamas yang baru, pernah dipenjara Israel 23 tahun (Foto: EPA-EFE)

Kemudian pada 2017, Sinwar menjadi pemimpin Hamas di Gaza, menggantikan Haniyeh, yang terpilih sebagai ketua biro politik kelompok tersebut.

Salah satu pernyataan paling terkenal dari Sinwar yang dipetik dalam wawancara dengan Vice News pada 2011, meskipun Palestina tidak menginginkan perang karena biayanya yang mahal, rakyatnya tidak akan pernah mengibarkan bendera putih.

"Untuk waktu lama, kami berusaha melakukan perlawanan yang damai dan populer. Kami berharap bahwa dunia, orang-orang merdeka, dan organisasi internasional, akan mendukung rakyat kami dan menghentikan penjajah (Israel) melakukan kejahatan dan membanta rakyat kami. Sayangnya, dunia hanya berdiri dan menonton," ujarnya, saat itu.

Tidak seperti Haniyeh, sosok yang berjuang dari luar Gaza dan bertemu dengan para pejabat dari negara Muslim, Sinwar tampaknya akan menjalankan kepemimpinan politik Hamas dari terowongan-terowongan di Gaza. Dia tak muncul ke publik sejak 7 Oktober.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
19 menit lalu

Israel Ungkap Hamas Masih Miliki 20.000 Pejuang dan Puluhan Ribu Senapan AK

Internasional
34 menit lalu

Trump Sebut Presiden Israel Herzog Seharusnya Dipermalukan, Kenapa?

Internasional
1 jam lalu

Iran Sebut Israel Berusaha Gagalkan Negosiasi Nuklir dengan AS

Nasional
9 jam lalu

Kejagung Kaji Laporan Koalisi Sipil terkait Kejahatan Genosida Israel di Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal