Sri Lanka Kurangi Pengaruh Saudi di Lembaga Pendidikan Islam Pascaserangan Bom

Anton Suhartono
Sri Lanka berupaya mengurangi pengaruh Arab Saudi di lembaga pendidikan pascabom (Foto: AFP)

KOLOMBO, iNews.id - Pemerintah Sri Lanka berupaya mengurangi pengaruh Arab Saudi pascaserangan bom gereja dan hotel pada hari Paskah, 21 April 2019.

Serangan yang dilakukan sembilan orang itu menewaskan 258 orang, sebagiannya merupakan warga asing.

Langkah ini diambil setelah pemerintah mendapat masukan dari politisi dan biksu Budha yang menganggap sekolah Islam konservatif sebagai penebar benih-benih militansi.

Polisi telah menangkap ulama berhaluan Wahabi dan sebagai gantinya siap mengambil alih sekolah Islam yang didanai donatur Saudi.

Pemerintah juga akan memantau aliran dana dari donor, termasuk dermawan Saudi yang masuk ke masjid-masjid. Departemen Urusan Agama dan Kebudayaan Muslim akan mengawasi sumbangan tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Bertambah, Korban Tewas Serangan Houthi ke Pelatihan Pasukan Keamanan Yaman Jadi 73 Orang

2 hari lalu

Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat

2 hari lalu

Perang Arab Saudi-Houthi Memanas, Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah Waspada

2 hari lalu

Pemerintah Yaman Kirim Pesan Keras ke Iran: Setop Pasok Senjata Houthi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal