NEW DELHI, iNews.id - Keputusan India mencabut status otonomi di Negara Bagian Jammu dan Kashmir, menyebabkan hubungan negara itu dengan Pakistan memanas.
India mencabut Pasal 370 UU sehingga Jammu dan Kashmir kini berada di bawah pengawasan langsung pemerintah pusat di New Delhi. Keputusan ini membuat Pakistan geram karena wilayah pegunungan nan subur itu masih disengketakan.
Pakistan membalas dengan beberapa kebijakan yang memukul langsung kepentingan tetangganya itu, salah satunya menutup wilayah udara untuk maskapai penerbangan India. Dengan demikian, maskapai India harus memutar lebih jauh untuk rute penerbangan menuju Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah, termasuk penerbangan pulang.
"Rute utama yang kami gunakan untuk penerbangan jarak jauh masih dibuka dan dampaknya belum besar untuk saat ini, tapi kami mendapat masukan bahwa rute udara yang tersisa juga akan ditutup," kata seorang pejabat maskapai pemerintah, Air India, dikutip dari KT, Kamis (8/8/2019).
Dia melanjutkan, dampak dari penutupan wilayah udara ini sangat besar karena waktu terbang untuk penerbangan jarak jauh, jika tidak melalui Pakistan, akan bertambah 2 sampai 3 jam. Hal ini akan berdampak pada membengkaknya biaya operasional.