Studi: Infeksi Ringan Covid-19 Pun Mungkin Bisa Merusak Otak

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)

Bagian yang terpentingnya, tim menemukan bahwa diagnosis ADEM tidak terkait dengan seberapa parah penyakit pernapasan akibat Covid-19 dialami pasien. “Mengingat penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kami mungkin belum tahu kerusakan jangka panjang apa yang dapat disebabkan Covid-19,” kata Ross Paterson dari Queen Square Institute of Neurology, UCL.

“Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan hasil pasien,” tuturnya.

Dengan lebih dari 11 juta kasus infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia, Covid-19 diketahui menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan selain infeksi paru-paru. Sementara, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi otak bisa jadi menjadi lebih umum di antara pasien virus corona daripada yang diperkirakan sebelumnya. Akan tetapi, kata para ahli, itu bukan berarti bahwa kasus kerusakan otak telah menyebar luas.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
26 hari lalu

Bos Mafia asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali, Ini Perannya

Internasional
27 hari lalu

Lagi, Trump Semprot Inggris-Prancis karena Tolak Bantu Perang Lawan Iran

Health
28 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
28 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal