Survei: Joe Biden Ungguli Donald Trump Gara-Gara Virus Corona

Ahmad Islamy Jamil
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden (kiri), unggul atas Donald Trump dalam jajak pendapat Pilpres AS 2020. (Foto: Istimewa)

NEW YORK CITY, iNews.id – Hasil survei menunjukkan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin 14 poin atas Presiden Donald Trump menjelang Pilpres AS 2020 yang rencananya digelar pada November mendatang. Menurut survei itu, beberapa pemilih yang condong pada Partai Republik kecewa dengan Trump dalam menanggapi krisis virus corona (Covid-19).

Survei yang diadakan atas kerja sama New York Times dan Siena College itu mengungkapkan, Biden meraih 50 persen suara sedangkan Trump hanya 36 persen suara. Jajak pendapat terbaru itu juga menemukan bahwa secara rata-rata Biden unggul 10 poin atas kandidat petahana dari Partai Republik tersebut.

Biden dikatakan telah meraih dukungan utama dari kalangan pemilih perempuan, Afro-Amerika, dan keturunan Latin. Capres dari Partai Demokrat itu bahkan juga disebut meraih suara yang imbang dengan Trump di antara pemilih kalangan pria, kelompok berkulit putih, dan orang-orang paruh baya atau lebih tua—yang cenderung memilih Partai Republik.

New York Times mengatakan, Trump kehilangan dukungan yang cukup mencolok dari para pemilihnya di 2016 lantaran pemerintahannya dinilai gagal dalam menanggapi pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan lumpuhnya perekonomian. Sikap keras dan pendekatan hukum yang digunakan Trump selama berlangsungnya protes atas ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi terhadap kaum minoritas di AS, dianggap juga merugikan sang presiden.

Survei itu menemukan, dukungan pada Trump menurun tajam di antara kalangan pemilih yang cenderung diandalkan Partai Republik selama ini, yaitu kelompok berkulit putih dengan tingkat pendidikan sarjana. New York Times mengatakan, survei tersebut melibatkan 1.337 responden yang sudah memiliki hak pilih di AS. Survei dilakukan dari 17 hingga 22 Juni, tanpa disebutkan berapa margin of error-nya.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan Trump bakal membuat kejutan kembali seperti Pilpres AS 2016. Dalam pemungutan suara yang berlangsung empat tahun lalu, Hillary Clinton dari Partai Demokrat memimpin hampir seluruh survei sepanjang masa kampanye pilpres. Akan tetapi, perempuan itu akhirnya kalah dalam pemilihan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Trump: Setelah Iran, Kuba!

Internasional
23 jam lalu

NATO Bantah Terlibat Perang AS-Israel Vs Iran

Internasional
24 jam lalu

AS Tak Terpengaruh Perang Timteng, Pasokan Minyak Aman meski Selat Hormuz Diblokade

Internasional
2 hari lalu

Iran Ditipu Fasilitas Energi Nuklirnya Diserang: AS-Israel Akan Bayar dengan Harga Mahal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal