Swedia Masih Panas gegara Aksi Pembakaran Alquran Berlanjut, 3 Demonstran Ditembak

Anton Suhartono
Demonstrasi menentang aksi pembakaran Alquran oleh politikus sayap kanan Rasmus Paludan masih terjadi di Swedia pada akhir pekan (Foto: Reuters)

STOCKHOLM, iNews.id - Bentrokan antara demonstran yang menentang pembakaran Alquran oleh politikus Rasmus Paludan dengan kepolisian Swedia masih terjadi di berbagai kota pada akhir pekan. Ini disebabkan Paludan masih leluasa menjalankan aksi provokatifnya karena tak dilarang pemerintah setempat dengan alasan kebebasan berekspresi.

Dalam bentrokan terbaru pada Minggu (17/4/2022) tiga orang di Kota Norkoping mengalami luka serius karena terkena tembakan polisi.

Di beberapa lokasi, demonstran menyerang polisi sebelum Paludan, politikus ekstremis sayap kanan Denmark, menggelar aksinya. 

"Tiga orang tampaknya terkena pantulan (peluru) dan saat ini dirawat di rumah sakit. Ketiga orang yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan," bunyi pernyataan kepolisian Swedia di media sosial, seraya menambahkan luka yang mereka alami tak mengancam nyawa.

Perdana Menteri Magdalena Andersson mengutuk kekerasan tersebut. Situasi di Norkoping mulai kondusif pada Minggu malam.

Bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi sejak Kamis lalu dipicu aksi Paludan. Selain demonstran, beberapa polisi juga terluka serta banyak kendaraan dirusak dan dibakar di berbagai kota.

Ironisnya, otoritas Swedia tetap memberikan izin kepada Paludan untuk melanjutkan aksinya membaka Alquran di beberapa kota Swedia selama rangkaian Paskah di akhir pekan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Megapolitan
1 hari lalu

Ibu Bahar bin Smith Laporkan Balik Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan ke Polisi

Nasional
5 hari lalu

Muhammadiyah Tak Sepakat Polri di Bawah Kementerian: Bisa Muncul Problem Baru

Nasional
5 hari lalu

Masyarakat Dukung Polri di Bawah Presiden, Polri Berikan Apresiasi

Megapolitan
6 hari lalu

Mediasi Buntu, Guru SD di Pamulang yang Nasihati Murid Tetap Dipolisikan meski Sudah Minta Maaf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal