Swiss Siap Bahas Pembekuan Aset Rusia Pasca-Invasi ke Ukraina

Umaya Khusniah
Presiden Swiss, Ignazio Cassis. (Foto: Reuters)

Pemerintah Swiss sejauh ini hanya mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan negaranya digunakan sebagai platform untuk menghindari sanksi UE.

Dalam pawai perdamaian terbesar dalam beberapa dasawarsa, sekitar 20.000 orang berdemonstrasi di ibu kota Bern, Sabtu (26/2/2022) untuk mendukung Ukraina. Beberapa dari mereka juga mencemooh pemerintah atas kebijakannya yang dinilai berhati-hati.

Cassis mengatakan pada Minggu bahwa warga Ukraina yang melarikan diri dari konflik akan menjalani untuk masa transisi, yang diharapkan akan berlangssung sesingkat mungkin.

Menteri Kehakiman, Karin Keller-Sutter secara terpisah mengatakan, Swiss siap menerima mereka yang membutuhkan perlindungan dan juga mendukung negara-negara tetangga yang terkena dampak. 

"Kami tidak akan membiarkan orang-orang dalam kesulitan," katanya.

Pemerintah Swiss pekan lalu mengubah daftar pantauannya untuk memasukkan 363 individu dan empat perusahaan yang telah dimasukkan Uni Eropa ke dalam daftar sanksi untuk menghukum Moskow.

Sementara  menurut data Bank Nasional Swiss, Rusia memegang hampir 10,4 miliar franc Swiss atau 11,24 miliar Dolar AS di Swiss tahun 2020. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Prabowo ke Rusia Besok, Bahas Energi dengan Vladimir Putin

Nasional
2 hari lalu

Prabowo Berencana ke Rusia dalam Waktu Dekat, Lanjutkan Diplomasi

Nasional
7 hari lalu

Kejagung bakal Sanksi Jajaran Kejari Karo jika Terbukti Melanggar Tangani Kasus Amsal Sitepu

Megapolitan
11 hari lalu

ASN DKI Dilarang Bekerja dari Kafe saat WFH, Pramono Ancam Sanksi Tegas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal