Tabrakan Kereta di India Renggut 288 Nyawa, PM Modi: Tak Ada Kata yang Bisa Diungkapkan

Anton Suhartono
Narendra Kodi menjenguk korban tabrakan kereta di Odisha (Foto: Reuters)

BAHANAGA, iNews.id - Korban tewas dalam tabrakan kereta api di Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India, Jumat (2/6/2023), mencapai 288 orang hingga Sabtu (3/6/2023) malam. Angka itu masih mungkin bertambah karena banyak korban luka yang dalam kondisi serius.

Jumlah tersebut menjadikannya sebagai kecelakaan kereta paling mematikan di India sejak lebih dari dua dekade. Hasil penyelidikan sementara mengungkap kecelakaan dipicu kerusakan sinyal. Salah satu kereta penumpang anjlok lalu dihantam kereta lain. Kecelakaan ini melibatkan tiga kereta, yakni dua kereta penumpang dan satu kereta barang.

Selain 288 korban tewas, kecelakaan kereta di India ini juga melukai 803 orang.

Kepala Humas South Eastern Railways K S Anand mengatakan, jumlah korban tewas mungkin bertambah, selain karena ada penumpang dirawat dalam kondisi kritis, juga ada mayat yang terjepit di gerbong yang hancur.

Menurut Anand, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun ada indikasi kerusakan sinyal.

"(Kereta) Coromandel Express seharusnya berjalan di jalur utama, tetapi sebagai gantinya diberikan sinyal untuk jalur melingkar hingga menabrak kereta barang yang sedang berhenti di sana. Gerbongnya kemudian anjlok ke rel di kedua sisi, menyebabkan kereta Howrah Superfast Express ikut tergelincir," kata Anand, dikutip dari Reuters, Minggu (4/6/2023).

Perdana Menteri Narendra Modi mengunjungi lokasi kejadian pada Sabtu. Dia berbicara dengan para petugas penyelamat serta mengecek puing-puing kereta yang sudah hancur. Dia juga bertemu para korban luka yang dirawat di rumah sakit.

"(Saya) Memperhatikan situasi di lokasi tragedi di Odisha. Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kesedihan saya yang mendalam. Kami berkomitmen untuk memberikan semua bantuan yang mungkin kepada mereka yang terdampak," kata Modi.

Penumpang yang selamat Anubha Das mengatakan dia tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Dia menyaksikan mayat yang tak utuh lagi serta keluarga yang meratapi kerabatnya yang sudah tak bernyawa.

"Keluarga hancur, tubuh sudah tak lengkap, dan darah bertumpahan di rel," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Megapolitan
10 jam lalu

Truk Boks Terbalik di Tol Wiyoto Wiyono, Diduga gegara Pecah Ban

Megapolitan
1 hari lalu

Ngeri! Kabel Optik Menjuntai Jerat Leher Pemotor di Bogor, 2 Orang Terluka

Internasional
2 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Minta Raja Charles Kembalikan Berlian Hiasi Mahkota Ratu Inggris 

Nasional
3 hari lalu

DPR Minta Pemisahan Jalur Kereta Jarak Jauh dan KRL Diteruskan hingga Cikarang

Nasional
3 hari lalu

KNKT Selidiki Persinyalan Kereta Api Imbas Kecelakaan di Bekasi, Cari Kelemahan Sistem

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal