TEHERAN, iNews.id - Federasi Sepak Bola Iran meminta jaminan dari FIFA agar tim nasional (timnas) mereka tidak dikaitkan dengan unsur militer selama tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS). Permintaan ini muncul setelah pengalaman tidak menyenangkan saat delegasi Iran diusir dari Kanada karena dugaan keterkaitan dengan militer.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, secara tegas meminta agar tidak ada penghinaan terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) maupun lembaga militer lainnya selama turnamen berlangsung. Dia menekankan, Iran tidak ingin insiden serupa kembali terjadi di panggung sepak bola dunia.
“Kami membutuhkan jaminan di sana, untuk perjalanan, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol-simbol sistem kami, terutama Korps Garda Revolusi Islam,” ujar Taj, dikutip dari Reuters, Kamis (7/5/2026).
Dia juga menegaskan, Piala Dunia merupakan ajang yang diselenggarakan oleh FIFA, bukan pemerintah Amerika Serikat.
“Kami akan berangkat ke Piala Dunia, yang mana kami lolos kualifikasi, dan tuan rumah adalah FIFA, bukan Bapak Trump atau Amerika,” ujarnya.