Tak Kunjung Dieksekusi Mati, Napi Ini Pilih Bunuh Diri di Penjara

Anton Suhartono
Ilustrasi (Foto: AFP)

Setelah vonis dijatuhkan, dia beberapa kali menyampaikan, termasuk dalam wawancara televisi, agar eksekusinya dipercepat.

"Saya lebih baik mati daripada dipenjara," katanya, kepada VICE News pada Desember lalu.

Seharusnya Dozier disuntik mati menggunakan obat fentanyl pada Juli 2018, tapi dibatalkan beberapa jam sebelum ekskusi atas permintaan penyedia obat, Alvogen. Pasalnya, perusahaan mendapat obat itu dari pihak ketiga dan tidak memberi tahu kepada produsen bahwa akan digunakan untuk mengeksekusi mati seseorang.

Jika terlaksana, maka itu menjadi eksekusi mati pertama menggunakan fentanyl di Amerika Serikat.

Nebraska merupakan negara bagian pertama yang menggunakan obat itu untuk mengeksekusi terpidana pada Agustus 2018.

Sebanyak 25 orang dieksekusi mati di AS sepanjang 2018. Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan pada 1999 yang mencapai 98 orang. Sebanyak 31 negara bagian di AS masih membolehkan hukuman mati, namun hanya delapan yang memberlakukannya pada tahun lalu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
18 hari lalu

Heboh, Jemaah Pria Loncat dari Lantai Atas Masjidil Haram

Seleb
21 hari lalu

Sebelum Meninggal, Aktor James Ransone Ngaku Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Seleb
21 hari lalu

Kabar Duka, Aktor It: Chapter Two James Ransone Meninggal Dunia

Internasional
26 hari lalu

61 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri sejak Perang di Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal