Tak Tahan Ujaran Kebencian, Pangeran Harry dan Meghan Pamit dari Twitter dan Facebook

Djairan
Pangeran Harry dan Meghan pamit dari Facebook dan Twitter (Foto: Reuters)

Dalam wawancara di Hari Kesehatan Mental pada Oktober lalu, Meghan mengatakan ujaran kebencian yang diterimanya hampir tidak bisa dihindari. Dia juga menyerukan siapa pun yang mengalami hal serupa untuk mau berbicara.

"Pada 2019 saya adalah orang paling teraniaya di seluruh dunia, di antara para perempuan maupun pria,” kata Meghan.

Dia juga berbicara perihal bahaya media sosial bagi kesehatan mental remaja. 

"Iya, ini (media sosial) adalah tempat yang baik untuk terhubung, tapi juga tempat di mana ada banyak pemutusan hubungan," ujarnya.

Harry juga menyuarakan sikap kritis terhadap ujaran kebencian di media sosial. Pada Oktober 2020, putra Pangeran Charles itu mengatakan pada pertemuan virtual bahwa setiap orang perlu mengambil tindakan tegas.

Berbeda dengan Harry dan Meghan, anggota keluarga kerajaan secara teratur masih aktif menggunakan Instagram, Twitter, dan Facebook untuk membagikan kegiatan resmi dan amal mereka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Pangeran Harry Akhirnya Buka Suara soal Pulang ke Inggris, Ini Pengakuannya! 

16 jam lalu

Pangeran Harry-Meghan Bakal Pulang ke Inggris, Ini Komentar Raja Charles

21 jam lalu

Kaget! Pangeran Harry dan Meghan Putuskan Tinggal di Inggris Lagi

9 hari lalu

Fakta-fakta Detoks Media Sosial, Berapa Lama Waktu Dibutuhkan?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal