BEIJING, iNews.id - Korban tewas akibat tambang batu bara runtuh di China bertambah menjadi 21 orang, Minggu (13/1/2019). Tambang di Provinsi Shaanxi itu runtuh pada Sabtu (12/1/2019) menimbun 87 pekerja.
Dalam pencarian Minggu pagi, tim SAR menemukan dua jenazah lagi dari reruntuhan. Sementara itu 66 pekerja lainnya berhasil diselamatkan.
Polisi masih menyelidiki penyebab tambang milik perusahaan swasta Baiji Mining itu bisa runtuh. Tambang yang dikelola perusahaan swasta di China biasanya memiliki standar keselamatan lebih rendah dari yang dikelola oleh pemerintah.
Seorang sumber yang bekerja untuk Baiji Maining mengatakan, pertambangan itu beroperasi dalam skala kecil. Namun dia menolak memberikan informasi mengenai bagaimana tambang bisa runtuh.
Kecelakaan di pertambangan biasa terjadi di China akibat lemahnya regulasi dan standar keselamatan. Pada Desember 2018, tujuh pekerja tewas dan tiga lainnya luka dalam musibah serupa di barat daya China.
Pada Oktober 2018, 21 orang tewas di pertambangan Provinsi Shandong. Penyebabnya ada tekanan kuat di dalam tambang yang membuat dinding lorong pertambangan runtuh sehingga membuat para pekerja terjebak. Hanya seorang pekerja yang dievakuasi dalam kondisi selamat.
Menurut data Badan Nasional Keselamatan Tambang Batu Bara, sebanyak 375 pekerja tewas selama 2017, turun 28,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.