Tambang Batu Giok di Myanmar Longsor, 13 Orang Tewas

Anton Suhartono
Tambang batu giok di Hpakant, Myanmar, longsor (Foto: AFP)

Meskipun peraturan yang baru mengharuskan pekerjaan di pertambangan harus dihentikan selama puncak musim hujan, dari Juli hingga September, para pekerja tetap beraktivitas di lokasi.

Tanah longsor di pertambangan giok Hpakant bukan kali ini terjadi. Pada April 2019, lebih dari 54 orang tewas ketika longsor mengubur para pekerja bersama puluhan kendaraan.

Hpakant merupakan puat perdagangan batu giok yang sebagian besar hasilnya dipasarkan ke China. Sebagian besar penambang merupakan anggota etnis minoritas yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk berburu batu permata hijau tembus pandang.

Watchdog Global Witness memperkirakan, industri ini bernilai sekitar 31 miliar dolar AS pada 2014.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

Nasional
8 hari lalu

Samin Tan Tersangka Korupsi Pengelolaan Tambang, Langsung Ditahan 

Internasional
11 hari lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Nasional
2 bulan lalu

Susno Duadji Ungkap Prabowo Punya Daftar Pengusaha-Aparat Nakal di Pertambangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal