Tanggapan AS soal Diboikot Jadi Mediator Damai Palestina-Israel

Anton Suhartono
(Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id – Pada pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, para pekala negara sepakat tidak mengikutsertakan kembali Amerika Serikat sebagai mediator perdamanian Palestina-Israel. Hal ini disebabkan keberpihakan AS kepada Israel soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen dalam proses perdamaian meski di Timur Tengah sedang diwarnai kemarahan.

"Retorika semacam itu yang kami dengar telah mencegah perdamaian di masa lalu," katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (14/12/2017).

Dia pun meminta semua pihak agar tak terkecoh dengan berbagai upaya pengalihan dan memusatkan perhatian pada apa yang dikatakan Presiden Donald Trump. Menurut Nauert, keputusan AS itu tidak memengaruhi batas akhir kota Yerusalem, yang tetap ditentukan dalam negosiasi antara Palestina dan Israel ke depannya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Palestina mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dia menjelaskan bahwa AS menghormati hasil perundingan antara Palestina dan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Operasi Militer terhadap Iran Selesai, AS Klaim Semua Tujuan Telah Tercapai

Internasional
2 jam lalu

Harga Minyak Naik, Rupiah Melemah, Barel Sulit Dicari: Bagaimana Strategi Indonesia Seharusnya?

Internasional
3 jam lalu

AS Ngotot Iran Tak Boleh Produksi Uranium: Impor Saja!

Internasional
4 jam lalu

Selat Hormuz Memanas, AS Tepis Tembak Kapal Iran Lebih Dulu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal