Teken Pakta dengan Saudi, AS Ingin Perkuat Tembok Pertahanan di Timur Tengah

Anton Suhartono
Amerika Serikat dan Arab Saudi semakin mempererat hubungan strategis di kawasan Timur Tengah dengan segera menekan perjanjian pertahanan (Foto: Al Manar)

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menolak mengomentari detail kesepakatan tersebut, namun menegaskan bahwa kerja sama pertahanan dengan Riyadh adalah “fondasi utama” dari strategi keamanan regional Amerika. 

Penguatan hubungan ini juga disebut akan menjamin keamanan jalur energi global yang selama ini bergantung pada kestabilan Teluk.

Meski begitu, langkah MBS menggandeng Washington tidak lepas dari pertimbangan politik dan ekonomi. Saudi tetap mempertahankan perjanjian pertahanan dengan Pakistan yang mencakup kerja sama militer dan bahkan dukungan “payung nuklir”. 

Artinya, Riyadh tetap memainkan politik keseimbangan antara kekuatan Barat dan aliansi dunia Muslim.

Pengamat menilai, dengan kesepakatan ini, AS berupaya menciptakan sabuk pertahanan dari Qatar hingga Arab Saudi, dua negara dengan posisi geografis strategis di kawasan Teluk. Tujuannya jelas, mengunci jalur pengaruh Iran dan mengukuhkan kembali peran Washington sebagai penjaga utama stabilitas Timur Tengah setelah perang Gaza dan perubahan geopolitik global.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

1 hari lalu

Daftar Politisi Muslim Menang Pemilu AS: Ada Keturunan Palestina hingga Mualaf

1 hari lalu

Terjebak di Kamboja 2 Minggu karena Tak Sanggup Beli BBM, Kapal Pesiar Mewah Lanjut Berlayar

1 hari lalu

Partai Trump Kalah dalam Pemilu AS, Ini Komentar Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal