Dilansir dari Arab News, Taliban telah memberikan perlindungan bagi al-Qaeda ketika memerintah Afghanistan dari tahun 1996-2001. AS akhirnya menginvasi dan menggulingkan Taliban setelah menolak menyerahkan para pemimpin al-Qaeda pasca-serangan 11 September 2001.
Selama 20 tahun AS memerangi Taliban di Afghanistan, jumlah al-Qaida sangat berkurang. Namun pertanyaan kembali muncul terkait kemungkinan masa depan Al-Qaeda dengan Taliban di Kabul.
"Kami harap Taliban tidak membiarkan hal itu (kemungkinan al-Qaida menggunakan Afghanistan) terjadi," kata Austin.
Dalam perjanjian Februari 2020 dengan pemerintahan Trump, para pemimpin Taliban berjanji untuk tidak mendukung al-Qaeda atau kelompok ekstremis lain yang akan mengancam AS.
Namun para pejabat AS percaya Taliban mempertahankan hubungan dengan al-Qaeda. Banyak negara, termasuk di Teluk Arab, khawatir kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan dapat membuka pintu bagi kebangkitan pengaruh al-Qaeda.