Tentara dan Warga Sipil Bentrok dalam Kudeta Sudan, 7 Orang Tewas 140 Luka-Luka

Ahmad Islamy Jamil
Seorang pengunjuk rasa membawa bendera Negara Sudan dalam aksi unjuk rasa menentang kudeta di Kota Khartoum, Senin (25/10/2021). (Foto: Reuters)

Selain menjabat perdana menteri, Hamdok juga dikenal sebagai seorang ekonom dan mantan pejabat senior PBB. Menurut Kementerian Penerangan Sudan, pria itu kini ditahan dan dibawa ke lokasi yang dirahasiakan setelah menolak mengeluarkan pernyataan untuk mendukung kudeta.

Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan membahas situasi di Sudan secara tertutup pada Selasa (26/10/2021) ini, menurut para diplomat.

“Kami menolak tindakan militer (Sudan) dan menyerukan pembebasan segera perdana menteri dan lainnya yang telah ditempatkan di bawah tahanan rumah,” kata Juru Bicara Gedung Putih AS, Karine Jean-Pierre.

Kaum muda Sudan yang menentang kudeta melakukan unjuk rasa, membarikade jalan-jalan dan bentrok dengan tentara. Menurut laporan, puluhan ribu demonstran menghadapi tembakan di dekat markas militer di Khartoum. Karyawan Bank Sentral Sudan juga mengumumkan pemogokan massal untuk menolak kudeta.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
23 hari lalu

DPR Usul Rute Penerbangan Haji 2026 Lewat Afrika, Ini Kata Kemenhaj

Internet
30 hari lalu

Geger! OpenAI Umumkan Kesepakatan dengan Departemen Perang AS

Internasional
1 bulan lalu

Diakui sebagai Negara Merdeka, Somaliland Tunjuk Duta Besar untuk Israel 

Internasional
2 bulan lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal