Tentara Korut Tembak Mati Pejabat Korsel yang Berusaha Membelot

Arif Budiwinarto
Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un (kanan). (foto: Mirror)

Komandan militer AS di Korea Selatan mengatakan awal bulan ini pasukan Korea Utara diberi perintah tembak mati untuk mencegah masuknya Covid-19 yang mungkin dibawa pembelot.

Sebab, Korea Selatan tengah menghadapi gelombang kedua Covid-19 dengan jumlah infeksi di negara itu telah mencapai 23.216 dengan 388 kasus kematian.

Ketakutan Korea Utara akan masuknya Covid-19 yang dibawa pembelot berawal dari kasus Juli lalu saat seorang pembelot Korsel menyeberang perbatasan dengan klaim bebas virus. Namun, setelah beberapa hari berada di wilayah Kaesong pembelot itu menunjukkan gejala-gejala Covid-19 yang memaksa pemerinta mengkarantina seluruh wilayah.

Korut yang terkenal sangat tertutup diyakini sedang mengalami krisis Covid-19. Laporan pemantau PBB menyebut negara itu kesulitan memperoleh tes yang memadai serta kekurangan pangan, ditambah lagi belum lama ini wilayah mereka dihantam topan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Music
4 hari lalu

BABYMONSTER Comeback ke Jakarta 17 Oktober 2026, Segini Harga Tiketnya!

Internasional
7 hari lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Nasional
7 hari lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Internasional
11 hari lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Health
12 hari lalu

Mungkinkah Hantavirus Jadi Pandemi Baru? Ini Jawaban Ahli Epidemiologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal