Terlalu Banyak, Gajah di Botswana Bakal Dibantai Jadi Makanan Kaleng

Nathania Riris Michico
Gajah di Delta Okavango, Botswana. (Foto: Shutterstock)

GABORONE, iNews.id - Populasi gajah di Botswana dinilai terlalu banyak dan mulai menjarah lahan-lahan pertanian masyarakat. Pemerintah setempat berencana membantai satwa tersebut untuk dijadikan makanan kaleng untuk hewan peliharaan.

Negara Afrika ini sejatinya memberlakukan larangan berburu selama empat tahun untuk membantu melindungi hewan-hewan besar seperti gajah. Kebijakan itu menguntungkan bagi dunia pariwisata Botswana.

Namun kini Presiden Mokgweetsi Masisi, yang baru menjabat April lalu, mencoba memperkenalkan aturan pembantaian gajah secara brutal.

"Saya bisa berjanji pada Anda dan bangsa bahwa kita akan mempertimbangkannya. Kertas putih akan mengikuti dan akan dibagikan kepada publik," lanjut dia, mengacu pada undang-undang untuk pembantaian hewan tersebut, seperti dilaporkan BBC.

"Jika perlu, kami akan memberikan kesempatan kepada parlemen juga untuk menanyainya, dan juga memberi mereka ruang untuk melakukan intervensi sebelum kami membuat keputusan akhir."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Mati Ditabrak Mobil di Jalanan

57 tahun lalu

Bocah Terpeleset Masuk ke Kandang Gajah Ragunan, Orang Tua Diingatkan Lebih Waspada Dampingi Anak

57 tahun lalu

Kemenhut Usut Kematian 2 Gajah di Bengkulu, Libatkan Tim Gabungan

57 tahun lalu

Cerita Gajah Ragunan Pernah Lepas dari Kandang, Endingnya Nggak Terduga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal