Terlalu Banyak, Gajah di Botswana Bakal Dibantai Jadi Makanan Kaleng

Nathania Riris Michico
Gajah di Delta Okavango, Botswana. (Foto: Shutterstock)

GABORONE, iNews.id - Populasi gajah di Botswana dinilai terlalu banyak dan mulai menjarah lahan-lahan pertanian masyarakat. Pemerintah setempat berencana membantai satwa tersebut untuk dijadikan makanan kaleng untuk hewan peliharaan.

Negara Afrika ini sejatinya memberlakukan larangan berburu selama empat tahun untuk membantu melindungi hewan-hewan besar seperti gajah. Kebijakan itu menguntungkan bagi dunia pariwisata Botswana.

Namun kini Presiden Mokgweetsi Masisi, yang baru menjabat April lalu, mencoba memperkenalkan aturan pembantaian gajah secara brutal.

"Saya bisa berjanji pada Anda dan bangsa bahwa kita akan mempertimbangkannya. Kertas putih akan mengikuti dan akan dibagikan kepada publik," lanjut dia, mengacu pada undang-undang untuk pembantaian hewan tersebut, seperti dilaporkan BBC.

"Jika perlu, kami akan memberikan kesempatan kepada parlemen juga untuk menanyainya, dan juga memberi mereka ruang untuk melakukan intervensi sebelum kami membuat keputusan akhir."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Megapolitan
1 hari lalu

Cerita Gajah Ragunan Pernah Lepas dari Kandang, Endingnya Nggak Terduga

Nasional
8 hari lalu

Menhut Ungkap Arahan Prabowo: Pagar TN Way Kambas 138 Km Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Nasional
9 hari lalu

Pemerintah bakal Bangun Pagar 138 Km di Way Kambas, Akhiri Konflik Gajah dan Manusia

Nasional
23 hari lalu

Prabowo Siapkan Pagar Raksasa di Taman Nasional Way Kambas, untuk Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal