Terungkap Alasan Menhan Israel Dipecat Netanyahu: Minta Semua Pasukan Ditarik dari Gaza

Anton Suhartono
Yoav Gallant mengungkapkan alasan dirinya disingkirkan dari kabinet (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Yoav Gallant, menteri pertahanan (Menhan) Israel yang baru dipecat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan alasan dirinya disingkirkan dari kabinet. Dia dipecat pada Selasa (5/11/2024) dalam keputusan yang tiba-tiba dan sangat mengejutkan.

Menurut Gallant, saat berbicara dengan keluarga para sandera Israel, dia memperingatkan Netanyahu bahwa Israel akan menanggung kerugian besar jika terus mempertahankan kehadiran militer di Jalur Gaza.

"Saya tidak tahu, apakah mungkin untuk memengaruhi dia (Netanyahu) agar melakukan gencatan senjata," katanya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (8/11/2024).

"Saya sudah berusaha dan gagal. Saya terisolasi di kabinet, dan baik kepala Shin Bet, kepala staf (IDF), maupun kepala Mossad setuju dengan saya mengenai perlunya mencapai kesepakatan (gencatan senjata)," ujarnya.

Namun Gallant juga menegaskan, keputusan Netanyahu terkait masalah di Gaza bukan didorong oleh kekhawatiran keamanan atau politik.

"Pada awal Juli, Hamas menyetujui kesepakatan pertukaran tahanan, dan kondisinya telah menguntungkan sejak saat itu. Namun hingga saat ini, kita belum setuju tentang apakah kesepakatan itu matang atau tidak," katanya.

Menurut Gallant, kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas merupakan satu-satunya jalan untuk menghindari kerugian lebih besar yang diderita Israel dalam perang di Gaza.

"Saya yakin, dan masih percaya, bahwa kita harus siap untuk membuat kesepakatan pertukaran tahanan serta menarik diri dari Koridor Philadelphi," tuturnya.

Koridor Philadelphi merupakan batu ganjalan yang menyebabkan kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang sudah di depan mata pada Juli lalu menjadi gagal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
2 jam lalu

Iran Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Kilang Minyak Bahrain Ikut Meledak

Buletin
10 jam lalu

Harga Minyak Dunia Meroket, Tembus 100 Dolar AS per Barel!

Buletin
10 jam lalu

Longsor Gunung Sampah Bantargebang Telan Korban Jiwa, Ini Kata Pramono Anung

Internasional
14 jam lalu

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: Kita Lihat Saja Apa yang Terjadi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal