Batsirai adalah badai destruktif kedua yang menghantam Madagaskar dalam tempo dua minggu. Sebelumnya, ada Topan Ana yang menewaskan 55 orang dan membuat 130.000 orang mengungsi di daerah lain di negara itu.
Madagaskar, yang berpenduduk hampir 30 juta jiwa, sebelumnya menghadapi kekurangan pangan di selatan negara itu, akibat dari kekeringan yang parah dan berkepanjangan.
Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan, Topan Batsirai telah memperburuk situasi itu dengan menghancurkan tanaman padi, buah-buahan, dan sayuran yang ditanam warga. Padahal, tanaman itu hanya tinggal dua minggu lagi untuk dipanen.
Topan Batsirai menyebabkan banjir yang meluas dan membuat 12 jalan dan 14 jembatan tidak dapat dilalui. Cuaca ekstrem itu juga memutus akses transportasi ke beberapa daerah, serta menghambat upaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat setempat.