Thailand Berlakukan Status Darurat untuk Bungkam Gerakan Antipemerintah

Ahmad Islamy Jamil
Unjuk rasa rakyat Thailand menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. (Foto: AFP)

Ketegangan berkobar pada Rabu (14/10/2020) kemarin ketika ribuan demonstran berkumpul di sekitar Monumen Demokrasi di Bangkok menjelang petang. Polisi menutup sebagian besar akses pengunjuk rasa yang menjauh dari rute iring-iringan Raja Maha Vajiralongkorn dan keluarganya.

Ratu Suthida terlihat menatap dari jendela mobil limusin tatkala para pengunjuk rasa memberikan salam dengan mengacungkan tiga jari—sebuah sikap menentang penguasa yang diadopsi gerakan prodemokrasi Thailand dari buku dan film populer “Hunger Games”.

Sikap perlawanan nyata terhadap raja dan keluarganya semacam itu belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand—karena pengaruh keluarga kerajaan menembus setiap aspek masyarakat.

Raja adalah tokoh paling kuat di Thailand dan didukung oleh militer yang kuat di lingkaran kerajaan. Selain itu, raja juga mendapat sokongan dari para klan miliarder.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
11 hari lalu

Thailand Krisis Energi, Warga Diimbau Tak Gunakan Baju Tangan Panjang hingga Batasi Penggunaan AC

Internasional
11 hari lalu

Dampak Perang Timur Tengah, Thailand Berlakukan WFH hingga Batasi Jam Operasional SPBU

Destinasi
20 hari lalu

Menjelajahi Bangkok hingga Pattaya: Perjalanan Lengkap dengan Pengalaman Beragam

Kuliner
25 hari lalu

Tak Ada Lagi Minuman Manis di Thailand, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal