Thailand Kritik Cara Trump Damaikan Perang dengan Kamboja Pakai Ancaman Tarif

Anton Suhartono
Thailand mengkritik cara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan konflik antara negaranya dengan Kamboja melalui paksaan (Foto: AP)

"Kami kira tarif tidak harus digunakan untuk menekan Thailand agar kembali ke deklarasi bersama, untuk kembali ke proses dialog," kata Sihasak.

"Anda harus memisahkan masalah hubungan Thailand-Kamboja dengan perundingan dagang," ujarnya, menambahkan.

Konflik bersenjata terbaru ini meluas di sebagian besar garis perbatasan kedua negara yang panjangnya mencapai 817 km.

Trump belum mengomentari langsung pertempuran yang baru terjadi, namun Menlu AS Marco Rubio mengungkapkan keprihatinan pemerintahannya secara meminta kedua pihak untuk meredakan ketegangan dan kembali ke Deklarasi Damai.

Sihasak menegaskan, situasi saat ini dengan Kamboja tidak kondusif untuk dilakukan mediasi melibatkan pihak ketiga. Selain itu Kamboja harus menunjukkan ketulusan dan memulai untuk meletakkan senjata.

"Jika pihak lain merasa ingin benar-benar mengakhiri konflik, maka kami menunggu untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

AS Terus Gempur Iran, Serangan Meluas Tak Hanya di Pesisir Selat Hormuz

6 jam lalu

Trump Enggan Beri Target Waktu untuk Iran: Mereka Sudah Paham!

7 jam lalu

Trump: Iran Sebaiknya Bersikap Baik!

24 jam lalu

Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal