Ada beberapa isu yang dibahas kedua pemimpin. Terkait hubungan bilateral, kedua pemimpin akan membahas peningkatan kerja sama ekonomi, terutama di bidang perdagangan dan investasi.
Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia pada 2017 mencapai 17,2 miliar dolar AS. Bagi Malaysia, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketujuh di dunia, serta ketiga di ASEAN. Malaysia juga merupakan negara investor terbesar kedelapan di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar 1,2 miliar dolar AS pada 2017.
Selain itu, Jokowi dan Mahathir juga membahas upaya kemitraan Indonesia-Malaysia dalam memperjuangkan akses pasar produk kelapa sawit di wilayah Uni Eropa.
"Indonesia dan Malaysia merupakan produsen kelapa sawit terbesar pertama kedua di dunia. Kelapa sawit mempunyai dampak yang besar bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara," ujar Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir.
Selanjutnya, Jokowi juga akan mengangkat isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Berdasarkan keterangan kemlu, ada sekitar 2,5 juta WNI di Malaysia.
Selain isu bilateral, kedua pemimpin membahas berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian kedua negara, antara lain konsep arsitektur kawasan Indo-Pasifik dan isu Palestina.