Tinggalkan Rusia, 50 Perusahaan Asing Pilih Pindahkan Bisnis ke Kazakhstan

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. (Foto: Reuters)

ALMATY, iNews.id – Lebih dari 50 perusahaan internasional memindahkan bisnis mereka dari Rusia ke Kazakhstan. Langkah itu mereka lakukan setelah Moskow melancarkan agresi militer ke Ukraina sejak Februari lalu.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan, dia ingin masalah pendirian tempat produksi bagi puluhan perusahaan asing itu segera diselesaikan oleh pihak berwenang setempat.

“Sejauh ini, lebih dari 50 perusahaan internasional telah pindah dari Rusia ke Kazakhstan. Tidak produktif jika semuanya terpusat di kota-kota besar saja,” ujar Tokayev saat menghadiri rapat umum di wilayah Almaty, Kazakhstan, Rabu (19/10/2022).

Menurut dia, pemerintah daerah harus mengatur lokasi fasilitas produksi perusahaan-perusahaan di dekat Kota Almaty, terutama di sepanjang Jalan Lingkar Besar Almaty. Menurut dia, langkah semacam itu bakal memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian kawasan.

“Saya memerintahkan agar diskusi tentang masalah ini diadakan antara pemerintah dan perusahaan,” kata Tokayev.

Presiden bekas republik Uni Soviet itu menegaskan, Pemerintah Kazakhstan harus menciptakan kondisi yang diperlukan bagi para investor untuk mendirikan fasilitas manufaktur baru, termasuk mereka yang memindahkan kegiatan produksi dari negara lain.

Pada Februari lalu, Rusia memulai operasi militer di Ukraina. Moskow berdalih, serangan ke negara tetangganya itu sebagai respons atas permintaan bantuan pertahanan dari Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR). DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
 
Sejak itu, banyak perusahaan asing menghentikan operasi mereka di Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 jam lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

14 jam lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

1 hari lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

5 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal