Ancaman tersebut memicu krisis di NATO, memicu kemarahan negara-negara sekutunya di Eropa. Mereka memperingatkan pencaplokan Greenland akan memiliki dampak serius bagi hubungan antara AS dan Eropa.
Aaja Chemnitz, politisi Greenland yang menjadi anggota parlemen Denmark, mengatakan kepada Al Jazeera, sebagian besar dari sekitar 56.000 penduduk Greenland tidak ingin menjadi warga negara AS.
“Greenland tidak untuk dijual, dan Greenland tidak akan pernah untuk dijual,” kata Chemnitz, politisi Partai Inuit Ataqatigiit.
“Orang-orang mungkin mengira mereka bisa membeli jiwa Greenland. Itu adalah identitas, bahasa, dan budaya kami dan akan terlihat sangat berbeda jika Anda menjadi warga Amerika dan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan mayoritas di Greenland,” ujarnya, menegaskan.