Tolak Wajib Militer, Massa Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Israel

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Israel bentrok dengan massa Yahudi Ultra-Ortodoks yang memprotes putusan Mahkamah Agung Israel yang mengharuskan negara untuk mulai memasukkan siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks ke barak militer, di Yerusalem, 30 Juni 2024. (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id – Massa Yahudi ultra-Ortodoks bentrok dengan polisi Israel di pusat kota Yerusalem pada Minggu (30/6/2024). Bentrokan terjadi saat massa yang terdiri atas ribuan laki-laki itu melakukan aksi protes terhadap putusan Mahkamah Agung Israel yang memerintahkan agar mereka mulai mendaftar wajib militer.

Putusan pengadilan tertinggi zionis pekan lalu yang memerintahkan kepada Pemerintah Israel untuk mulai merekrut laki-laki dari kalangan ultra-Ortodoks itu dapat menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Situasi tersebut membuat posisi politikus Yahudi itu makin sulit ketika Israel sedang sibuk melancarkan perang di Gaza.

Associated Press (AP) melansir, puluhan ribu pria Yahudi pada akhir pekan kemarin berunjuk rasa di kawasan ultra-Ortodoks untuk memprotes putusan Mahkamah Agung tersebut. Namun, setelah malam tiba, massa bergerak menuju pusat kota Yerusalem dan melakukan kekerasan.

Polisi Israel mengatakan, para pengunjuk rasa melemparkan batu dan menyerang mobil seorang menteri kabinet ultra-Ortodoks. Sebagai respons, aparat Israel menembakkan meriam air berisi air berbau menyengat dan polisi berkuda pun dikerahkan untuk membubarkan massa. Namun, unjuk rasa masih belum terkendali pada Minggu malam.

Wajib militer diwajibkan bagi sebagian besar laki-laki dan perempuan Yahudi di Israel. Namun partai-partai ultra-Ortodoks yang memiliki kekuatan politik di parlemen zionis memberikan pengecualian bagi para pengikutnya untuk tidak mengikuti wajib militer itu.  Sebagai gantinya, mereka diwajibkan belajar di seminari keagamaan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Prabowo Putuskan Gabung Board of Peace, Menag Ingat Perjanjian yang Diteken Rasulullah

Nasional
11 jam lalu

DPR Buka Suara usai RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Nasional
17 jam lalu

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Internasional
19 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal