Tolak Wajib Militer, Massa Yahudi Ultra-Ortodoks Bentrok dengan Polisi Israel

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Israel bentrok dengan massa Yahudi Ultra-Ortodoks yang memprotes putusan Mahkamah Agung Israel yang mengharuskan negara untuk mulai memasukkan siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks ke barak militer, di Yerusalem, 30 Juni 2024. (Foto: Reuters)

Perjanjian yang sudah berlangsung lama itu telah menimbulkan kecemburuan dan kebencian di kalangan masyarakat luas. Sentimen itu semakin kuat tatkala perang berkecamuk selama delapan bulan di Jalur Gaza. Lebih dari 600 tentara tewas dalam pertempuran, dan puluhan ribu tentara cadangan telah diaktifkan, sehingga menjungkirbalikkan karier, bisnis, dan kehidupan orang-orang Israel.

Sementara partai-partai ultra-Ortodoks dan para pengikutnya mengatakan, memaksa anggota mereka untuk menjadi tentara akan menghancurkan cara hidup mereka yang sudah lama ada. 

Akan tetapi, para pemimpin partai tersebut sampai kini belum menyatakan apakah mereka akan tetap berada atau meninggalkan pemerintahan Netanyahu. Jika mereka memutuskan keluar dari koalisi, hal itu tentu dapat berisiko secara politik, baik bagi partai-partai ultra-Ortodoks maupun Netanyahu sendiri. Sebab, popularitas koalisi mereka terus menurun sejak 7 Oktober lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Prabowo Putuskan Gabung Board of Peace, Menag Ingat Perjanjian yang Diteken Rasulullah

Nasional
7 jam lalu

DPR Buka Suara usai RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Nasional
14 jam lalu

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Internasional
16 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal