Ibu Aeya, Natcha (49), sempat melihat sambaran petir di dekat deretan pohon pinus di sisi kiri lapangan sekitar pukul 15.00, yang kemudian disusul beberapa sambaran lainnya.
Para pegolf tetap melanjutkan permainan karena pihak penyelenggara tidak memberi instruksi untuk berhenti, padahal saat itu hujan mulai turun dan kondisi cuaca semakin memburuk.
Menurut Natcha, penyelenggara baru menghentikan kompetisi dan menyediakan kendaraan untuk menjemput para pegolf setelah terjadi sambaran petir keras di sisi kanan lapangan, disertai dengan hujan yang turun semakin deras.
Nenek Aeya, Aphorn (67), mengatakan bahwa remaja tersebut sedang bermain bersama sekelompok pegolf yang terdiri dari tiga atau empat orang serta seorang cadi, sementara ibunya berada di gedung klub (clubhouse).
Aeya bertanding sejak sekitar pukul 11.00 dan telah menyelesaikan dua putaran.
Dia menjelaskan, terdapat luka bakar di sisi kanan kepala, tubuh, lengan, dan kaki Aeya. Topi yang dikenakan Aeya juga robek.
Cucunya merupakan seorang pegolf tingkat provinsi yang telah memenangkan berbagai penghargaan dalam sejumlah kompetisi. Berkat penampilannya, Aeya terpilih sebagai pemain cadangan untuk tim golf Provinsi Chon Buri.
Jenazah Aeya dimakamkam secara Islam dan disalatkan di Masjid Darul Ibadah, Pattaya.