Namun, sejumlah pihak menilai pernyataan itu berlebihan. Kenaikan tarif dinilai akan berdampak langsung pada harga kendaraan yang dibayar konsumen. Selain itu, pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga tidak bisa menjadi solusi instan.
Di sisi lain, produsen yang sudah memiliki fasilitas produksi di AS dinilai lebih siap beradaptasi. Contohnya, Volvo yang akan menambahkan produksi XC60 di pabrik Ridgeville, South Carolina. Sementara itu, Mercedes-Benz juga berencana memproduksi GLC di fasilitas mereka di Tuscaloosa.
Kebijakan ini diduga berkaitan dengan ketegangan antara AS dan Uni Eropa. Trump sebelumnya mengkritik blok tersebut karena dianggap tidak mendukung konflik di Iran serta lambat dalam mengimplementasikan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Ancaman tersebut memicu reaksi keras dari pejabat Eropa. Mereka menyebut langkah itu “tidak dapat diterima” dan menilai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat “tidak dapat diandalkan.”
Sejumlah pihak di Eropa bahkan mendorong Uni Eropa untuk mengambil langkah balasan, termasuk dengan menerapkan tarif tambahan serta pajak terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.