Trump Akui Ingin Hadiri Sidang Pemakzulan, tapi Tak Diizinkan Pengacara

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump saat berada di Davos, Swiss. (FOTO: JIM WATSON / AFP)

Demokrat menuduh pada senator Republik berusaha menyembunyikan fakta dengan tak mengizinkan saksi dan menghadirkan bukti baru.

Trump dimakzulkan dalam sidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR AS) pada 18 Desember 2019 dengan dua tuduhan yakni penyalahgunaan kekuasaan dan berusaha melawan Kongres.

Pemimpin mayoritas Semat yang juga sekutu Trump, Mitch McConnell, memutuskan tidak akan memanggil saksi baru atau menghadirkan dokumen penting. Hal ini akan melumpuhkan argumen para penuntut.

Senat dikuasai politisi Republik dengan 53 kursi melawan 47 dari Demokrat. Dengan komposisi ini, sulit bagi Demokrat untuk meloloskan pemakzulan. Trump dimakzulkan atas tuduhan memaksa presiden Ukraina menyelidiki Joe Biden, calon rivalnya di Pemilihan Presiden AS 2020, terkait bisnis putranya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Gawat! AS Siapkan Serangan Beberapa Minggu ke Iran Begitu Keluar Perintah dari Trump

Internasional
3 jam lalu

Bukan Netanyahu, Israel Kirim Menlu Gideo Saar ke Pertemuan Board of Peace

Internasional
4 jam lalu

4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Internasional
6 jam lalu

Israel Gagal Yakinkan Trump untuk Serang Iran, Negosiasi Nuklir Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal