Trump Akui Tak Mudah Ambil Persediaan Uranium Iran: Butuh Proses Panjang dan Sulit!

Anton Suhartono
Donald Trump mengakui tak mudah mengambil persediaan uranium Iran yang terkubur jauh di bawah tanah fasilitas nuklir Iran (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui tak mudah mengambil persediaan uranium Iran yang terkubur jauh di bawah tanah fasilitas nuklir negara itu. Pengambilan persediaan uranium yang diperkaya Iran bakal membutuhkan proses panjang dan sulit.

Militer AS melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada 22 Juni 2025.

"Operasi Midnight Hammer adalah penghancuran total terhadap lokasi-lokasi debu nuklir di Iran," kata Trump, merujuk pada serangan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (21/4/2026).

Trump berkali-kali menegaskan serangan menggunakan pesawat pengebom B-2 itu berhasil menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran dan tak akan bisa dipulihkan dalam waktu puluhan tahun.

"Oleh karena itu, penggaliannya akan menjadi proses panjang dan sulit," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Kanselir Jerman Friedrich Merz Akui Negara-Negara Barat Terlalu Meremehkan Iran

Internasional
7 jam lalu

Penembakan di Acara Gedung Putih, Pelaku Didakwa Berusaha Bunuh Trump

Internasional
10 jam lalu

Trump Disebut sebagai Presiden Paling Banyak Diserang dalam Sejarah AS

Nasional
1 hari lalu

Diplomasi Selat Malaka: Memaksa Para Pihak Berkonflik Buka Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal