Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, menanggapi ancaman Trump itu dengan mengatakan, negaranya memiliki hubungan bilateral dan perjanjian dengan Venezuela dan masih berlaku sampai saat ini.
Menurut dia, AS tak berhak mengatur apa yang dilakukan Rusia di Venezuela.
"Tidaklah bergantung pada AS untuk memutuskan tindakan dan nasib negara lain. Ini hanya bergantung pada rakyat Venezuela dan satu-satunya presiden yang sah Nicolas Maduro," kata Polyanskiy, di Twitter.
Kondisi ini semakin menambah genting situasi di Venezuela yang sedang menghadapi krisis pascapengakuan sepihak Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu pada Januari lalu.
Guaido didukung AS, Uni Eropa dan sekutu lain, termasuk mayoritas negara tetangga di Amerika Tengah. Sementara Presiden Nicolas Maduro mendapat dukunggan dari Rusia, China, Turki, dan sekutu lain, termasuk Meksiko dan Kuba.