"Setiap tingkat atau jenis ancaman harus dibalas dengan respons segera, punya dampak, dan tidak terbatas secara geografis," kata Mojtaba kepada para komandan militer Iran.
Mojtaba juga memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target serangan Iran. Daftar tersebut harus mencakup seluruh jenis aset milik AS dan Israel, baik yang bersifat nyata maupun tidak nyata.
Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran akan pecahnya kembali perang terbuka antara kedua negara. Serangan baru AS terhadap Iran bahkan disebut-sebut berpotensi dilancarkan setelah pemilu paruh waktu Amerika pada 3 November.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengisyaratkan kemungkinan serangan tersebut. Dia menyebut peluang untuk menggulingkan pemerintahan Iran sebagai kesempatan bersejarah yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.
Situasi politik di AS dan Israel turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah konflik. Pemilu parlemen Israel yang digelar pada 27 Oktober belum menghasilkan pemenang yang mampu membentuk pemerintahan baru.
Dengan demikian, perkembangan politik di kedua negara berpotensi menentukan langkah Washington dan Tel Aviv selanjutnya terhadap Teheran.