"Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka. Selain itu, kita punya semua kartu, sementara mereka tidak satu pun! Jika mereka ingin berbicara, yang harus mereka lakukan hanya menelepon," tulisnya.
Menlu Araghchi sebelumnya meninggalkan Pakistan setelah bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta pejabat senior lainnya, tanpa tanda-tanda terobosan untuk mencapai perundingan putaran kedua dengan AS.
Meski Araghchi menggambarkan kunjungannya ke Pakistan sangat bermanfaat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Sharif dalam panggilan telepon setelahnya, Teheran tidak akan mengikuti negosiasi yang dipaksakan, di bawah ancaman atau blokade AS.
Pezeshkian menegaskan AS harus menghentikan hambatan operasional terlebih dulu, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran, untuk bisa menciptakan landasan dalam menyelesaikan masalah.