Namun, kebijakan AS mengenai kemungkinan pengerahan kekuatan militer untuk membela Taiwan jika terjadi serangan China masih bersifat ambigu.
China selama ini mendesak Washington menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Desakan tersebut juga muncul dalam pertemuan Trump dan Xi di Beijing pada Mei lalu.
Setelah pertemuan tersebut, AS menunda paket penjualan senjata untuk Taiwan senilai 14 miliar dolar AS. Nilai tersebut disebut sebagai paket penjualan senjata terbesar yang pernah tercatat. Trump kemudian menyebut penjualan senjata kepada Taiwan sebagai "alat tawar-menawar yang sangat baik" dalam negosiasi dengan China.
Dalam pembicaraan tertutup di Gedung Putih pekan lalu, Xi juga mendesak Trump menentang kemerdekaan Taiwan, menurut media pemerintah China.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Guo Jiakun tidak membenarkan pernyataan Perdue ketika dimintai tanggapan pada Senin.
Namun, Guo mengatakan China akan terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional sesuai kebutuhan. Dia juga menegaskan komitmen Beijing untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.