Penghentian bantuan itu, menurut Trump, mencakup hibah keuangan langsung maupun pengiriman material pertahanan. Selama ini, Washington memberikan berbagai perlengkapan militer dan uang dengan nilai mencapai 4 miliar dolar AS setiap tahun.
"Anda bisa menganggapnya sebagai barter, bantuan militer, atau uang tunai. Dengar, kita memberi berbagai barang dan uang senilai 4 miliar dolar kepada mereka, padahal mereka tidak membutuhkannya," kata Trump.
Trump juga menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti Israel dilarang membeli persenjataan buatan AS. Transaksi penjualan senjata secara komersial akan tetap berlangsung dan Israel bebas membeli peralatan pertahanan Amerika di pasar terbuka.
Bantuan Militer AS-Israel Capai Rp690 Triliun
Rencana penghentian bantuan tersebut menjadi perubahan besar dalam hubungan pertahanan kedua negara. Sebab, AS selama ini merupakan pemasok utama bantuan militer bagi Israel.
Berdasarkan kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 2016, AS berkomitmen memberikan bantuan militer senilai total 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp690 triliun selama periode 2018-2028.