Menurut Trump, Iran juga masih berupaya mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dengan memasang ranjau. Namun, militer AS terus melakukan operasi untuk membersihkan ranjau tersebut dari jalur pelayaran.
Trump bahkan menyatakan seluruh ranjau telah berhasil dibersihkan sehingga Selat Hormuz kini aman dan terbuka bagi kapal-kapal dari berbagai negara.
Meski demikian, Trump menyebut ada pengecualian. Kapal-kapal Iran disebut tidak diperbolehkan melintas di jalur tersebut.
Pernyataan Trump mengenai kondisi Selat Hormuz tersebut kemudian disorot akun resmi Gedung Putih melalui sebuah unggahan yang menampilkan video ketika sang presiden berbicara di Ruang Oval.
Sementara itu, kehadiran militer AS di sekitar Selat Hormuz semakin besar. Komando Pusat AS (Centcom) mengerahkan lebih dari 20 kapal perang ke kawasan perairan strategis tersebut.
Namun pernyataan Trump itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Iran masih memegang kendali jalur perairan, setidaknya di rute yang ditentukan Teheran. Bahkan AL Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak kapal-kapal yang melalui jalur Selat Hormuz buatan AS di sisi Oman.
Para pejabat politik dan militer Iran menegaskan Selat Hormuz masih diutup terbatas, memicu kenaikan harga minyak hingga menembus 90 dolar AS per barel.