WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih menegaskan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap berkomitmen mencapai perdamaian dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Namun, pemerintahan Trump juga menegaskan AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer dalam menyelesaikan konflik.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump tetap memegang komitmen terhadap proses perdamaian dan gencatan senjata. Meski demikian, menurut dia, Washington tetap memiliki hak untuk membalas setiap tindakan agresif dari Iran.
“Sejauh yang kami ketahui, kami tetap menepati janji gencatan senjata,” kata Leavitt, seraya menambahkan, meski Trump tetap berkomitmen pada proses perdamaian, AS tetap memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer.
“Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” ujarnya.
Leavitt juga menyampaikan harapan pemerintahan Trump agar perundingan dengan Iran dapat menghasilkan kesepakatan damai permanen. Namun, dia menegaskan Trump hanya akan menandatangani kesepakatan jika seluruh poin dalam perjanjian mengutamakan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Sementara itu, Trump mengungkapkan Iran telah meminta pertemuan untuk membahas ketegangan yang dipicu sengketa mengenai Selat Hormuz. Dia mengirim utusan AS ke Doha, Qatar, untuk menghadiri pertemuan tersebut pada Selasa (30/6/2026).